Unforgettable moment Ramadhan ini yang aku dapatkan.Kebiasaan yang selalu mengakar entah itu mulai dari para remaja sampai dewasa. Ramadahn selalu menajdi momen yang tepat untuk berkumpul dengan teman, keluarga dan sahabat atau bahkan dengan pasangan untuk melakukan "BUBAR" bahasa kerennya dari buka bersama.
Dan beberapa hari yang lalu aku bersama salah satu kawan kuliahku. Dengan kesibukan masing-masing yang begitu padat, kami mencoba menyempatkan diri untuk bertemu. Bertemu untuk berbuka bersama dan bercanda ria dan bercerita melepas penat yang menumpuk dipikiran.
Sore hari sebelum buka puasa tiba, aku dan kawanku ngabuburit entah berjalan-jalan tanpa tujuan yang pasti untuk menentukan restoran atau rumah makan mana yang bakal kami pilih sebagai tempat buka bersama. Berputar kesana kemari, masuk resotran satu ke restoran lain dan semuanya telah penuh. Waktu menunjukkan pukul 17.15 WIB dan kami belum menemukan tempat dimana akan berbuka puasa. Sampai pada akhirnya kejadian tak terduga pun terjadi. Setelah berputar-putar lama, hampir putus asa dan akhirnya sepeda motor yang kami kendarai bocor di tengah jalan. Beruntungnya, tak jauh dari situ ada tambal ban.
Dan waktu pun menunjukkan pukul 17.25 WIB dan kami masih harus mengantri di tambal ban. Sampai akhirnya aku memilih untuk membeli 2 botol air minum dan 2 bungkus roti sobek. Ujung pencarian tempat makan berkakhir berbuka di tambal ban. Tapi, disinilah aku mungkin juga kawanku merasakan suatu hal yang berbeda, menikmati buka dengan melihat pemandangan jalan raya yang dipenuhi dan dijejali kendaraan bermotor dan mobil yang saling menyalip satu dan lainnya. Di tempat itu pula, banyak cerita yang mengalir menikmati kesederhanaan berbuka sambil menunggu motor jadi diperbaiki. Ada dua rasa syukur yang aku bisa petik dari adanya kejadian ban bocor ini. Kesabaran dan kesederhanaan.