Hai, Hi..
kesempatan ini rasanya pengen nulis yang baru lagi. Mencoba menulis cerita
mungkin bukan artikel, cerpen juga bukan novel apalagi. Lihat saja isi tulisan
ini, mungkin hanya sebagai penghibur lara. Mulai saja deh.. Opps.. lupa maaf
kalau ceritanya tak sebagus karangan Tere Liye ataupun se-sastra Andrea Hirata :)
Siapa Mengira …
Gadis kecil itu terus saja menunggu. Menunggu kepastian itu datang dan
berharap semua sesak rindu dihatinya bisa ia lepaskan. Pertemuan antara dia
dengan sesosok laki-laki yang tak pernah terpikir olehnya. Mungkin baginya ini
yang pertama. Gadis kecil lugu dan polos yang mengenal dunia luar dan tak
pernah sekalipun membuka hatinya sampai akhirnya ia bertemu dengan laki-laki
yang bisa membuatnya tertawa dan tersenyum bahagia. Kehidupannya yang rumit,
sifatnya yang pendiam dan keras kepalanya membuat gadis ini hanya bisa
menyimpan sendiri setiap kerumitan hidupnya.
Pertemuan tak teduganya dengan laki-laki yang memiliki kesamaan impian,
yang bisa memberinya semangat untuk meraih mimpi-mimpi yang diukir si gadis kecil.
Setiap pertemuan-pertemuan yang mereka lakukan selalu menyisakan kenangan yang
terus diukir menciptakan memori yang tetap dikenang. Tak bisa dipungkiri banyak
hal yang sering dilakukan bersama menciptakan pula anugerah perasaan yang tak
pernah dikira bagi si gadis kecil. Ia tak pernah memikirkan sebelumnya, sering
ia mengabaikannya dan semakin besar pula rasa sayang yang ia pendam.
Sampai suatu malam, sang gadis kecilpun berani beradu dengan dirnya
sendiri, beradu dengan pikiran dan perasaanya sampai ia menemukan sebuah
jawaban yang tak bisa ia ungkapkan. Ia hanya menangis tak tahu apa yang harus
dilakukan, kedekatannya yang semakin dekat layaknya sahabat membuatnya semakin
ragu dengan apa yang ia rasakan.
Perlahan dengan pasti, dia berusaha untuk bersikap biasa dan berusaha melupakan
semua hal yang ia punya. Bertopeng dihadapannya tentang sebuah perasaan karena tak
cukup keberanian dalam dirinya bahwa ia menyayangi lebih dari sekadar seorang
sahabat. Karena Atas nama seorang wanita dia masih berdiri tegar menanti dan dia masih
menyisakan harapan, berdoa untuk dirinya dan entah sampai kapan ia akan terus berusaha dan berusaha melupakan sampai
ia tak sanggup lagi untuk melakukannya. ~~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar